Banyak Orangtua ABK Yang Mengharapkan Anaknya Tetap Berada Di Sekolah

14 May 2019

Hal ini disampaikan oleh Drs. Bakhtiar Nur Hidayat Kabid Pendidikan Khusus Dinas Dikpora Provinsi DIY pada acara pembukaan kegiatan Pelatihan Guru tentang Pendidikan bagi Anak dengan Multiple Disability with Visual impairment
(MDVI) atau Anak dengan Hambataj Majemuk Penglihatan Tahap ke-1 (13/05) yang dilaksanakan di SLBN Pembina Yogyakarta.

“ Program pelatihan seperti ini sangat ditunggu, karena pelatihan model
ini tidak hanya melatih guru tapi juga melatih orangtua dan pengasuh, dalam penyusunan kurikulum maupun dalam implementasinya”.
“Selama ini banyak orangtua ABK yang mengharapkan anaknya tetap berada di sekolah karena orangtua tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mendidik anak di rumah”.

Sebagaimana kita ketahui hanya 20 persen anak-anak ABK yang ada di sekolah sisanyan 80 persen praktis disebunyikan di rumah dan tidak disekolahkan. Disdikpora Provinsi akan melakukan pendataan langsung ke masyarakat sehingga angka 80 persen ini bisa diperoleh datanya secara lengkap.

Program Pelatihan model MDVI ini adalah merupakan program grant scheme alumni yang peroleh oleh widyaiswara PPPPTK TK dan PLB bapak Dede Supriyanto dengan tujuan untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan guru SLB dalam mendidik anak-anak dengan hambatan majemuk penglihatan juga meningkatkan partisipasi orang tua dan pengasuh dalam proses Pendidikan anak-anak mereka.

Kegiatan ini diikuti oleh guru SLB dari dua sekolah yaitu SLBN Pembina Yogyakarta dan SLBN 1 Bantul sejumlah 15 orang. Hadir membuka kegiatan secara resmi kepala PPPPTK TK dan PLB Bandung yang diwakili oleh Kepala Seksi Evaluasi PPPTK TK dan PLB yang memaparkan tentang kebijakan PPPPTK TK dan PLB tahun 2019. Kegiatan pelatihan akan dilakukan secara bertahap dengan total waktu selama delapan bulan dengan melibatkan SLB B G Heller Keller sebagai sekolah mitra dalam pelaksanaan kegiatan.

Mengembangkan Kemandirian Anak berkebutuhan khusus Dalam Belajar (Bagian 3 – Habis)

Mengembangkan Kemandirian Anak berkebutuhan khusus Dalam Belajar (Bagian 3 – Habis)

Dalam mendidik anak dengan berkebutuhan khusus, guru perlu memperhatikan bagaimana mengembangkan kemandirian anak dalam belajar dan memperoleh pengalaman baru. Berikut

Media Belajar Anak Tuna Grahita

Langkah penggunaan media Gambar kegiatan keluargaku pada pagi hari Buka mediagambar keluarga pada pagi hari Guru memperlihatkan gambar kepada siswa

Audiensi Direktur Jenderal GTK Iwan Syahril dengan Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia

Bapak Iwan Syahril, Dirjen GTK melakukan audiensi dengan Ibu Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden RI, Bidang Sosial, Jumat, (14/1) di

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp