Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Saran Rektor UT Pada Fenomena Banyak Siswa Bosan Belajar di Rumah
#1
Exclamation 
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) barusan meluncurkan hasil survey pemenuhan hak serta perlindungan anak di waktu epidemi Covid-19. Salah satunya ialah banyak anak yang jemu belajar di dalam rumah. Hingga ada 74 % anak yang disurvei ingin kembali lagi belajar di sekolah.

Rektor Kampus Terbuka (UT) Ojat Darojat turut berasa prihatin atas kebosanan siswa semasa jalani belajar dari rumah. Tetapi ia memperingatkan kebijaksanaan belajar dari rumah itu diambil untuk keselamatan serta kesehatan beberapa anak sendiri. Karena sekarang ini epidemi Covid-19 belum juga hilang.

Nah berkaitan jumlahnya siswa yang jemu ada atau belajar dari rumah itu, Ojat memberi beberapa pendapat. Ia menjelaskan siswa jadi jemu sebab buku paket untuk belajar mereka itu dibuat untuk buku belajar di sekolah. Walau sebenarnya ia menjelaskan untuk jalankan evaluasi jarak jauh, bukunya harus sesuai dengan ide evaluasi jarak jauh.

Selanjutnya ia memberi pendapat agar beberapa guru dapat bereksperimen dalam jalankan evaluasi jarak jauh. ''Bagaimana murid masih dapat merasai kedatangan guru,'' katanya. Disamping itu materi yang diberikan harus juga lekat dengan kehidupan anak setiap hari. Karena dengan cara fisik beberapa anak ada di lingkungan rumah.

Ojat memberikan contoh untuk beberapa anak yang tinggal di lingkungan pesisir atau tepi pantai. Kurang cocok bila diberi materi mengenai berkebun. Karena materi itu harga kue jauh dari sehari-harinya lingkungan mereka. Alangkah semakin cocok bila materi yang diberikan ialah mengenai nelayan atau tangkap ikan.

Pekerjaan tahunan itu mendatangkan Tian Belawati untuk pembicara. Tian awalnya ialah Rektor UT. Dalam pemaparannya Tian sampaikan dalam masa evaluasi sekarang ini, siswa janganlah sampai berasa sangat terpaksa untuk masuk sekolah.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)