GAMBARAN 4P DALAM PRAKTIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

21 March 2022

(SYARIFUDIN, S.Pd)
(SDN 008 LUBUK SIAM, CGP. ANGKATAN 3 KAB. KAMPAR)

Pendahuluan

Pandemi Covid-19 yang melanda negeri kita cintai ini, sangat berdampak pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran di setiap sekolah. Kegiatan pembelajaran di sekolah yang seharusnya menyenangkan dan tempat berinteraksinya para murid, sekarang sudah tidak dapat difungsikan lagi secara maksimal. Semenjak terjadinya Pandemi Covid-19, sekolah kami SDN 008 Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, sudah tidak dapat secara normal melakukan PTM. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai instruksi dari Pemerintah Daerah, ada yang dilakukan secara Luring ataupun Daring bahkan gabungan keduanya. Instruksi dan kebijakan yang sering berubah sesuai dengan kondisi pandemi di daerah kami, menyebabkan sering terjadinya perdebatan dan keluhan dari orang tua murid.
Banyak alasan dan pendapat yang benar disampaikan mereka namun berbenturan pula dengan kebijakan pendidikan yang berlaku. Dalam hal ini, peran guru sebagai pemimpin pembelajaran atau pimpinan sekolah dituntut untuk mengambil keputusan yang bijak, tepat dan efisien. Tulisan ini merupakan refleksi model 4P dari praktik Pengambilan keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran Program Guru Penggerak Angkatan 3.

Peristiwa (Facts) di SDN 008 Lubuk Siam

Tahun ajaran 2021-2022 di sekolah kami sudah mendapatkan 2 kali instruksi terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pada awal tahun, sekolah kami diperbolehkan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan tetap menjaga protokoler kesehatan. Hasil Rapat, kami melaksanakan  pembelajaran di setiap kelas dengan 2 shif. Awal bulan Maret 2021, kami mendapatkan intruksi lagi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar bahwa guru/siswa yang belum divaksin agar melakukan pembelajaran dengan  moda  daring, sementara guru/siswa yang sudah divaksin dapat melanjutkan PTMT dengan protokoler kesehatan yang ketat. Sebagian murid saya belum divaksin dengan berbagai alasan. Orang tua siswa yang anaknya belum divaksin ini tetap bersekukuh agar anak mereka tetap diajarkan secara tatap muka dan dalam pengawasan guru secara langsung serta di laksanakan sesuai jadwal pembelajaran.   Rapat dengan Kepsek dan Rekan Sejawat

Rapat dengan Orang Tua Murid

Kegiatan Pembelajaran

  Permintaan orang tua murid ini merupakan dilema yang harus dihadapi yaitu individu melawan masyarakat. Karena selama ini jika terjadi kebijakan serupa, kami melakukan PTMT terlebih dahulu, shif berikutnya baru melakukan pembelajaran daring dengan murid yang di rumah. Setelah berdiskusi dengan kepsek dan rekan sejawat serta dengan beberapa orang tua murid, saya  mengambil keputusan alternatif yaitu saya akan melakukan pembelajaran tatap muka di kelas  dan sekaligus menggunakan zoom cloud meeting untuk murid saya yang di rumah sesuai jadwal dengan biaya paket masing-masing.

Alasan keputusan ini saya ambil diantaranya agar siswa yang di rumah dapat belajjar dalam pengawasan saya dan tetap bisa berinteraksi dengan temannya  yang ada di sekolah atau di kelas.  Mereka akan mendapatkan materi dan penjelasan yang sama dari saya dalam waktu yang bersamaan. Dengan demikian, siswa yang belajar dari rumah tidak akan ketinggalan materi pembelajaran dan kebersamaan mereka dalam belajar masih tetap terjaga. Paradigma yang saya ambil adalah jangka pendek melawan jangka panjang, dengan prinsip berfikir hasil akhir. Alasan berikutnya adalah bahwa orang tua bersedia untuk membelikan paket belajar anaknya.

Hasil kegiatan yang saya lakukan sangatlah memuaskan, murid yang di rumah dapat mengikuti pembelajaran seperti berada dalam kelas. Mereka saling bertanya dan menjawab serta bisa berdiskusi satu dengan temannya yang di kelas. Kemudian, saya juga tidak perlu lagi mengulang pembelajaran yang sudah di sampaikan di kelas kepada siswa yang berada di rumah. Karena materi pembelajaran yang saya sampaikan di kelas sudah dapat langsung di dengar dan diikuti oleh murid yang berada di rumah. Artinya, pembelajaran yang saya lakukan terlaksana sesuai jadwal pembelajaran yang telah kami sepakati secara bersama. Sementara orang tua juga merasa puas, karena anaknya belajar dalam pengawasan guru dan dapat berinteraksi dengan teman-temannya yang ada di kelas serta sesuai jadwal.  

Perasaan (Feelings)

Saya senang sekali melakukan pembelajaran tatap muka sekaligus zoom cloud meeting dengan waktu bersamaan untuk siswa saya di kelas dan yang berada di rumah. Kegembiraan saya tersebut tidak terlepas pula dari kegembiraan siswa saya yang belajar dari rumah tapi seolah-olah mereka tetap ada di kelas bersama teman-temannya. Mereka bisa bersenda gurau dan berdiskusi seperti dalam kelas.

Pembelajaran (Findings)

Memperhatikan hasil dari keputusan yang saya ambil dari peristiwa di atas, saya dapatkan pembelajaran bahwa apabila keputusan diambil secara baik dan benar, maka akan menimbulkan dampak dan baik bagi lingkungan tempat terjadinya peristiwa tersebut. Hal ini menambah keyakinan dan motivasi bagi saya untuk selalu mengambil keputusan yang benar dengan melalui proses yang benar pula yaitu konsep 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

Penerapan ke depan (Future)

Sehubungan begiru pentingnya konsep 9 langkah mengambil dan pengujian keputusan, maka untuk ke depannya saya akan selalu menerapkan konsep ini dalam pengambilan keputusan dari setiap kasus yang saya hadapi terutama di kelas saya.. Kemudian berusaha untuk selalu melihat suatu kasus dari sudut dilemma etika bukan dari sudut bujukan moral. Selanjutnya, saya akan mensosialisasikan atau berbagi pengalaman dengan teman sejawat terkait dengan materi pemimpin dalam pengambilan keputusan ini.

Penutup

Bersyukur saya telah mengambil keputusan alternatif dari pilihan harus tetap belajar tatap muka tanpa vaksin dari orang tua yang bertentang dengan instruksi Kepala Dinas yang mengintruksikan bahwa yang boleh melakukan PTMT hanya guru/siswa yang sudah divaksin. Melihat kegembiraan murid-murid saya yang di rumah dengan temannya yang di kelas saat pembelajaran rangkap saya lakukan, saya yakin bahwa belajar di rumah atau di kelas akan sama nilai kebahgian dan capaiannya abila dilakukan dengan cara yang benar. Apa yang saya lakukan ini, tentu dapat dilakukan oleh rekan sejawat yang lainnya. Karena pelaksanaannya yang mudah dan hanya membutuhkan kreatifitas cara penyajian materi yang diajarkan antara murid yang di kelas dengan yang berada di rumah.

Terima kasih.

SEMANGAT GURU TK PASCA BENCANA

(Sebuah Catatan dari Kunjungan Rombongan Guru TK NTB ke PPPPTK TK dan PLB) Tidak ada istilah putus asa dalam kamus

Resume Pembukaan Rapat Koordinasi Kemitraan Bidang Pendidikan Luar Biasa Tahun 2018

Kegiatan Rapat Koordinasi Kemitraan Bidang pendidikan Luar Biasa Tahun 2018 dibuka oleh Kepala PPPPTK TK dan PLB Bapak Drs. Sam

Jadi Guru di Korea? Tidak Semudah Itu Fergusso !

Jadi Guru di Korea? Tidak Semudah Itu Fergusso !

Menjadi guru pemerintah di Korea ternyata cukup sulit. Untuk menjadi guru, harus menjalani tes. Jika lulus, akan ditempatkan di sekolah

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp