Asyiknya Belajar Jurnalistik

Penggiat media sosial PPPPTK TK dan PLB pada Minggu (20/12) mengikuti pelatihan jurnalistik di Hotel Swissbell, Cirebon. “Setelah ini, semoga akan banyak produk-produk jurnalistik yang dihasilkan,” harap Bapak Abu Khaer, Kepala PPPPTK TK dan PLB. Bahkan Kapus meminta perwakilan peserta untuk langsung praktik pada sesi penutupan kegiatan dan menghasilkan satu video pendek.

Pada kegiatan tersebut, Ibu Emi Salpiati dari Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud menjadi pembicara pertama. Beliau menjelaskan kepada peserta bahwa peran dan tugas humas pada suatu Lembaga memiliki posisi sangat penting di garda depan. “Humas dalam menjalankan fungsinya membangun citra baik Lembaga, harus menguasai kemampuan jurnalistik. Kenapa? Karena kemampuan ini sangat penting dalam mengelola pekerjaan kehumasan,” paparnya. Pada sesinya beliau juga meminta peserta untuk praktik langsung membuat foto kegiatan dan memuatnya di akun media sosial masing-masing. 

Pada sesi kedua, Ibu Apsari Retno Wiratmi dari Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kemendikbud mengajak peserta untuk belajar lebih tentang video jurnalistik. “Dalam membuat video, ide kreatif sangat penting. Biarkan ide-ide ‘liar’ bermunculan di kepala, kemudian eksekusi bersama tim disesuaikan dengan kebutuhan,” sarannya. Ibu Sari juga berhasil memukau peserta ketika mencontohkan cara membaca teks  narasi sebuah video. Menurutnya, dalam membaca narasi video, ekspresi wajah juga harus menyesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan. ”Hasilnya akan berbeda ketika saya membacakannya sambil tersenyum, atau dengan ekspresi serius,” jelasnya sambil mencontohkan.

Dalam kegiatan ini peserta juga larut dalam keasyikan belajar langsung pembuatan video. Mencoba membuat wawancara pendek dan mempraktikkan teknik pengambilan gambar dengan metode yang disampaikan para pemateri. Pengetahuan peserta tentang pengambilan gambar juga bertambah melalui materi dari Bapak M. Qomarul Zaman tentang komposisi gambar. “Komposisi ini bukan hal yang baku, tetapi menjadi acuan karena sudah berdasarkan riset,”ujarnya. Ia menjelaskan bahwa riset tersebut bertujuan untuk menghasilkan gambar yang mudah dan disukai oleh penonton atau penikmat gambar.

“Perlu ada kegiatan lanjutan,” ujar beberapa peserta ketika sesi kegiatan dinyatakan selesai. Banyaknya pengetahuan dan teknis yang harus dikuasai dalam dunia jurnalistik, sehingga tidak memungkinkan untuk diselesaikan dalam waktu tiga hari. “Silakan datang ke BPMPK Semarang, atau boleh diskusi langsung dengan saya jika masih dibutuhkan,” ujar Ibu Sari menutup sesinya. ***