ON THE JOB LEARNING (OJL) Diklat Guru Sahabat Keluarga Komunikasi Efektif Dengan Orang Tua

Saya berkesempatan berpartisipasi di program Diklat Guru Sahabat Keluarga yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK PLB Kemendikbud dan didukung Pemerintah Australia melalui Skema Dana Hibah Alumni (Alumni Grant Scheme/AGS) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia. Diklat Guru Sahabat Keluarga pada Modul 1 Membangun Komunikasi Efektif dan Modul 2 Membangun Hubungan yang Kuat dengan Orang Tua diharapkan dapat memberikan bekal dan wawasan kemitraan antara guru dan orangtua di SLB.

Guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan agar kerjasama terjalin dengan baik dengan orangtua untuk menunjang pembelajaran siswa di SLB. Tujuan kegiatan diklat ini antara lain, agar guru-guru mampu menjelaskan tantangan dalam berkomunikasi efektif dengan orang tua, mampu menjelaskan dampak komunikasi terhadap kerjasama guru dan orang tua, dan mampu menerapkan strategi komunikasi efektif dengan orang tua serta bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan orang tua. Salah satu tahap dari program diklat ini adalah pelaksanaan On the Job Learning (praktek pembelajaran di lapangan), yaitu implementasi rencana aksi kegiatan komunikasi efektif dan membangun hubungan yang dilakukan antara guru dan orang tua.

On the Job Learning (OJL) tahap 1 berlangsung 2 hari, yaitu pada tanggal 26 dan 27 Maret 2021 di SLB Negeri 1 Denpasar dan di SLB Negeri 1 Badung. Dalam praktek pembelajaran di lapangan, peserta diberikan tugas berupa rencana aksi untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi saat melakukan komunikasi dan membangun hubungan terhadap orang tua/wali murid. Kemudian peserta diklat melaporkan hasil praktek yang dilakukan dalam berkomunikasi dengan orang tua serta dapat menggambarkan situasi orang tua siswa.

Peserta mencari strategi apa yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan komunikasi efektif dengan orang tua berdasarkan pengalaman yang sudah diterapkan. Peserta juga memberikan menjelaskan tentang daya dukung yang dipergunakan saat melakukan kegiatan tersebut.

Sebelum pelaksanaan OJL, peserta dibekali dengan pelatihan secara daring yang berlangsung selama 13 hari terhitung mulai dari tanggal 17 sampai dengan 30 Maret 2021. Diklat Guru Sahabat Keluarga: Membangun Kerjasama Guru dan Orang Tua dengan pola 64 JP ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari guru-guru di SLB Negeri 1 Denpasar dan SLB Negeri 1 Badung Provinsi Bali. Fasilitator Diklat adalah Dede Supriyanto Widyaiswara dari PPPPTK TK dan PLB. Kegiatan dibuka oleh Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs Abu Khaer pada tanggal 17 Maret lalu secara daring. Pelatihan dilaksanakan dengan pola Pembelajaran Model Experimental Kolb, semua peserta mengikuti tahapan Pengalaman Konkrit, Pengamatan Reflektif, Konseptualisasi dan Percobaan Aktif secara interaktif dan mandiri terbimbing.

Manfaat Pelatihan Diklat Guru Sahabat Keluarga pada Modul 1 dan 2 dengan tema Membangun Kerjasama Guru dan Orang Tua, antara lain untuk meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan dalam memahami komunikasi efektif antara guru dengan orangtua, serta dapat meningkatkan keterampilan dalam menjalin komunikasi efektif dengan orangtua. Peserta diharapkan memiliki kompetensi antara lain, mampu menjelaskan tantangan dalam berkomunikasi efektif dengan orang tua, mampu menjelaskan dampak komunikasi terhadap kerjasama guru dan orang tua, mampu menerapkan strategi komunikasi efektif dengan orang tua, serta membangun hubungan yang kuat dengan orang tua.

Pada tahap pengalaman konkrit peserta dijelaskan tentang tantangan dalam komunikasi, dampak dari komunikasi yang tidak efektif, serta manfaat komunikasi yang efektif. Peserta diminta untuk bercerita tentang pengalaman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada masa belajar daring. Metode yang dilakukan dalam diklat ini, yaitu melakukan presentasi, pemutaran video, dan mendiskusikan tentang studi kasus yang diberikan, dan refleksi masing-masing peserta. Adapun tujuan dari pelaksanaan pelatihan tahap pengalaman konkrit adalah untuk memberikan wawasan tentang tantangan dalam komunikasi, peserta diklat dapat menggali penyebab munculnya tantangan dalam komunikasi dengan orang tua, peserta dapat mengidentifikasi dampak komunikasi tidak efektif, dan peserta mampu mengidentifikasi manfaat komunikasi efektif.

Pelaksanaan tahap percobaan aktif dalam OJL diberikan materi berupa rencana aksi dan praktek komunikasi efektif dengan orangt ua dan membangun hubungan yang kuat dengan orang tua, dengan tujuan peserta dapat menyusun rencana aksi berkomunikasi efektif dengan orang tua, mempraktekkan komunikasi efektif dengan orangtua dan membangun hubungan yang kuat dengan orang tua. Pelaksanaan kegiatan OJL menggunakan metode presentasi, diskusi dan mengerjakan tugas.

Peserta melakukan presentasi satu persatu dan didampingi oleh tim fasilitator PPPPTK TK & PLB yang terdiri dari. Bapak Dede Supriyanto dan Bapak Suswanto Heru.

Saat saya memberikan presentasi, saya menemukan permasalahan gambaran situasi orangtua siswa dengan tipe orang tua yang tidak percaya diri untuk berbicara sehingga tidak ada usulan atau kontribusi untuk kemajuan kegiatan pembelajaran. Menghadapi orang tua yang seperti ini, strategi yang akan saya lakukan untuk menjalin komunikasi yang baik terhadap orang tua adalah sebagai berikut.

  • Memancing pembicaraan, agar orang tua mau membuka diri, seperti menanyakan kabar, datang darimana, menanyakan tentang kegiatan di rumah, serta memberikan support/motivasi baik melalui WA pribadi dan luring. Berdiskusi bersama mengenai permasalahan yang dihadapi oleh orang tua dan membuat kesepakatan yang harus dilakukan agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
  • Memberikan kesempatan mengambil peran saat kegiatan bersama orang tua lain misalnya memimpin rapat, mengkoordinasi rekan-rekan orang tua lainnya.
  • Komunikasi yang dilakukan harus dengan sepenuh hati, agar tercipta rasa aman antara kedua belah pihak, seperti menanyakan kondisi siswa saat belajar di rumah, dan sharing mengenai pengalaman (unek-unek) dalam mendampingi siswa.

Daya dukung dan pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain. guru kelas dan orang tua /wali murid, Media yang dipergunakan yaitu video, buku siswa, gambar-gambar, dan HP.

Sebagai langkah awal untuk menjalankan rencana aksi ini, saya coba lakukan dengan menghubungi orang tua siswa melalui chart di WA pribadi orangt ua. Pesan yang saya kirim dibuka dan dibaca namun sama sekali tidak ada respon dari orangtua. Langkah berikutnya saya menghubungi orang tua melalui berbicara langsung melalui telepon, namun tidak diangkat oleh orang tua, sampai akhirnya saya menulis pesan lagi akan datang berkunjung kerumah peserta didik, dan itupun pesan dari saya tidak di balas. Karena permasalahan ini sangat penting buat saya, demi peserta didik saya bisa belajar dengan nyaman, saya berkunjung (luring) kerumah peserta didik. Ketika sampai di rumah peserta didik, saya bertemu dengan semua anggota keluarga, baik orangtua, saudara dari peserta didik dan peserta didik itu sendiri. Kesan pertama mereka agak kurang welcome, agak cuek dan kaku. Saya berusaha memulai membuka pembicaraan dengan menanyakan kegiatan pada hari tersebut. Orang tua menyambutnya dengan membalas pertanyaan saya dengan baik, namun masih kurang akrab dan kesannya agak terpaksa. Saya menyampaikan maksud kedatangan saya tidak lain adalah untuk bekerjasama dan membantu orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Hasil kegiatan ini saya laporkan sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan. Kesulitan yang saya alami ketika melakukan kegiatan ini karena situasi di Bali sedang dalam situasi menjelang libur hari raya Galungan dan Kuningan. Mungkin dalam situasi seperti itu, kita harus bisa memaklumi keadaan orang tua.

Presentasi yang sudah saya lakukan mendapat beberapa tanggapan terutama dari Bapak Dede selaku pembimbing dan fasilitator dalam kegiatan diklat ini. Beliau menekankan bahwa apa yang sudah saya lakukan sudah benar, hanya saat melakukan komunikasi harus menyesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan, yaitu suasana hari keagamaan di Bali. Memahami keadaan dan situasi merupakan salah satu eleman penting yang harus dilakukan ketika kita sedang menjalin komunikasi dengan orangtua. Untuk program aksi dan strategi yang sudah direncanakan sudah baik, namun perlu juga melakukan kegiatan satu persatu, dan hendaknya dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi orang tua. Jika pada tahap ini orangtua masih sulit untuk diajak berkomunikasi dikarenakan sibuk dengan upacara keagamaan, maka kegiatan dilakukan pada saat dan waktu yang memungkinkan untuk bisa melakukan kerjasama.

Tanggapan juga dari bapak Kepala Sekolah saya, yaitu Bapak Ketut Sumartawan mengenai kegiatan ini. Bahwa memang benar di Bali sedang melaksanakan kegiatan keagamaan, namun beliau mengharapkan agar kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang sudah diprogramkan. Beliau sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada semua guru-guru yang sudah melakukan kerjasama dengan orang tua peserta didik untuk membantu kegiatan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para fasilitator dari PPPPTK TK & PLB atas kerjasamanya dalam meningkatkan kompetensi para guru-guru dalam mendidik peserta didik berkebutuhan khusus terutama pada Sekolah Luar Biasa di lingkungan Provinsi Bali.

Tanggapan juga disampaikan oleh Bapak Drs. Abu Khaer. Beliau menekankan pentingnya peran serta dan keterlibatan orangtua dalam pembelajaran untuk peserta didik berkebutuhan khusus dan untuk anak usia dini. Sinergi guru dan orang tua sangat diperlukan guna menciptakan komunikasi yang positif sehingga suasana pembelajaran menjadi aman dan menyenangkan.