Semua Bisa di Rumah Bisabilitas

Siang itu cukup terik. Sedikit demi sedikit peluh mulai membahasi batik ciprat yang kami kenakan. Meski sedang berpuasa, panas yang menyengat tidak melunturkan semangat kami untuk mampir ke sebuah Rumah yang spesial. Hmmm, rumah apa ya?

Memasuki area depan, kami disambut display berupa rak-rak yang menampilkan banyak buku. Suasana cozy langsung terasa saat masuk ke dalam. Sofa warna warni berjejer rapih menemani sebuah Coffe Shop kecil di pojok ruangan. Tak kalah dengan gerai kopi kenamaan yang mendunia itu.  Rumah apakah ini? Ya, ini adalah Rumah Bisabilitas.

Rumah Bisanilitas adalah rumah tempat berkumpulnya penyandang disabilitas menyalurkan bakat dan kemampuannya. Di rumah inilah, teman-teman difabel diberi "atap" untuk didampingi dan dilatih sesuai minat dan bakat.

Penggemblengan bertujuan agar dapat berdikari dan mandiri ketika terjun ke dalam masyarakat. Selain aktivitas wirausaha, di Rumah Bisabilitas ini jugalah karya-karyanya diberi apresiasi.

Terdapat ruang display berbagai karya yang sudah dibuat. Ada t-shirt, lukisan, tempat pensil, boneka, suvenir, hingga buku dipajang di rumah yg telah berdiri sejak 2016 lalu. Kafe yang ada juga dikelola oleh ABK dengan didampingi orangtua.

Rumah Bisabilitas menampung anak tuli (tuna rungu), tuna netra, caca fisik, bahkan juga gangguan zisofremia. Di rumah yg berlokasi di Jalan Kamboja No 4, Kota Denpasar ini adalah tempat mematangkan keterampilan sahabat difabel
Arahnya agar bisa mandiri. Berusaha sendiri di bidang yang mereka minati. Bahkan berwirausaha

"Rumah Bisabilitas ini seperti inkubator bagi kaum difabel," ujar Adhi Putra saat menerima kunjungan Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs Abu Khaer MPd pada Senin, 26 April 2021 lalu.

Keberadaan Rumah Bisabilitas Kota Denpasar menarik perhatian Pak Kapus. Wadah untuk membina penyandang disabilitas diperlukan agar mereka memiliki kemampuan dan keahlian. Sehingga ketika terjun ke masyarakat, teritama dunia usaha dan dunia bisnis, mereka tidak akan canggung. Bekal selama di Rumah Bisabilitas bisa menjadi pemicu untuk mengembangkan potensi dan bakat agar bisa berkontribusi di masyarakat.

"Mereka adalah anak-anak kita. Mari kita bergerak bersama. Kita edukasi masyarakat. Kita memberdayakan anak-anak difabel. Tidak bisa menolak lagi. Mereka anak-anak kita. Denpasar bisa jadi contoh!" ujar Pak Kapus.

Keberadaan Rumah Bisabilitas juga dirasakan lingkungan sekitar. Posisi yang berdekatan dengan kampus dan sekolah membuat siswa dan juga mahasiswa banyak yg mampir ke Kafe untuk sekedar bersantai. Bahkan juga sambil mengerjakan tugas. Ini sekaligus juga mengedukasi pengunjung, terutama siswa dan mahasiswa tadi menjadi lebih berempati. Juga menepis anggapan atau stigma negatif terhadap difabel.  Karena mereka juga sama

Wadah dan juga gerakan-gerakan yang selalu peduli dan mendukung kaum difabel akan membuat anak-anak disabilitas menjadi bisa. "Untuk itu ini kami beri nama Rumah Bisabilitas," ungkap Adhi Putra.

Usai berbincang, Pak Kapus langsung memborong beberapa potong kaus serta produk madu dan beberapa suvenir. "Akan kami promosikan barang-barang ini di setiap kesempatan kepada masyarakat luas," pungkas Pak Kapus