Merangkai “Rantai Hasil” di Lokakarya 6

16 October 2021

Result Chain atau Rantai Hasil merupakan salah satu tahapan yang dilalui oleh Calon Guru Penggerak dalam merancang program yang berdampak pada murid. Merangkai rantai hasil tergambar dalam Lokakarya 6 Program Guru Penggerak (PGP) di Kabupaten Bekasi. Rangkaian rantai inilah yang nantinya saling menyambung dan melahirkan program buah pemikiran Calon Guru Penggerak (CGP).

Pengajar Praktik (PP) Kabupaten Bekasi, Bapak Usep Nuh dan Ibu Rani tampak bersemangat mengajak CGP saling berdiskusi tentang konsep rantai hasil ini. Guna melahirkan program yang hebat, tentu memerlukan kajian yang baik pula. Konsep rantai hasil sendiri terdapat beberapa tahapan. Tahap awal adalah input. CGP akan melakukan identifikasi aset atau hal-hal yang bisa diberdayakan di Sekolah. Seperti SDM, siswa, lingkungan sekolah, fasilitas sekolah, dan hal lainnya.

“Analisa input itu penting,” terang Usep, PP Kabupaten Bekasi.

Langkah selanjutnya adalah aktivitas. Program yang dibuat berdasarkan atas analisa input tadi. Selanjutnya, aktifitas dari program tersebut dapat terlihat output atau hasilnya secara langsung. Hasil inilah yang akan membentuk outcome dan memberikan dampak pada murid.

“Harapannya, tentu dampak yang terjadi pada murid dari program yang sudah kita buat, tambah Bu Rani yang tampil nyentrik dengan topi adatnya.

Lokakarya ke 6 merupakan rangakaian kegiatan pada Program Guru Penggarak. Di pertemuan lokakaryalah, para CGP dan PP saling berdiskusi dan mematangkan hasil saat pendampingan. Lokakarya 6 Kabupaten Bekasi digelar di Hotel Holiday Inn pada Sabtu (16/10). Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs. Abu Khaer M.Pd didampingi oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Asep Permana. Dari 19 CGP yang terdaftar, 18 CGP hadir dan terdapat 1 orang CGP yang berhalangan. Panitia memberikan fasilitas secara daring melalui video confrence agar peserta yang tidak hadir tetap dapat mengikuti Lokakarya.

 

PERKUAT KOMUNIKASI DENGAN ORANGTUA SISWA DI DIKLAT GURU SAHABAT KELUARGA

Siang itu, Rabu (22/09) suasana Ruang Aula SLBN 1 Badung, Provinsi Bali seketika menjadi hangat. Sesekali bahkan syahdu, sendu, terdengar

Mengembangkan Kemandirian Anak berkebutuhan khusus Dalam Belajar (Bagian 3 – Habis)

Mengembangkan Kemandirian Anak berkebutuhan khusus Dalam Belajar (Bagian 3 – Habis)

Dalam mendidik anak dengan berkebutuhan khusus, guru perlu memperhatikan bagaimana mengembangkan kemandirian anak dalam belajar dan memperoleh pengalaman baru. Berikut

Resume SPECIALEDUTALKS-Diskusi Guru Sahabat Keluarga.

SPECIALEDUTALKS-Diskusi Guru Sahabat Keluarga. Sesi 1, Tanggal 27 April 14.00 – 15.00 “MENDAMPINGI ORANGTUA KETIKA ABK #BELAJARDIRUMAH” Pembicara: Nita Harini

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp